Posts

INFORMASI: Blog ini akan di-update secara berkala.

TERBARU

Tentu Bukan Aku

Jika kau mencari seseorang yang bisa membuatmu hidup dalam kenyamanan dengan segala fasilitas yang bisa ia berikan, tentu orang itu bukanlah aku. Sebab, aku sendiripun masih bingung dengan bagaimana jalan hidupku ke depannya. Bagaimana aku bisa keluar dari lingkaran setan kesulitan yang sedang aku derita.
Mungkin ini terlihat sebagai sebuah pembelaan dari orang yang tidak berkecukupan, pun boleh jadi ini seolah seruan paksaan agar kau mau bersamaku dengan segala kekurangan.
Tidak, sama sekali tidak.
Ini hanya sebuah pemberitahuan agar kau tidak berekspektasi terlalu tinggi tentangku. 
Aku bukan berasal dari keluarga yang berkecukupan. Pun jalan hidup diriku masih begitu amat berantakan. Lantas bagaimana bisa aku memberikan kebahagiaan dengan materi? Mungkin jika hanya sekadar perhatian dan teman cerita, aku bisa. Meskipun akan tidak begitu maksimal sepertinya karena begitu banyak hal yang harus aku urus untuk merapihkan jalan hidupku.
Jika kau berkenan seperti itu, tak apa.
Setiap orang kan…

Telah Dibuka Kembali

Selama aku hidup sampai detik ini, tidak banyak cerita tentang cinta yang pernah aku alami. Semua jalan ceritanya hampir sama. Aku mencintai, tapi tak pernah bisa aku mengutarakan dengan jujur tentang perasaan yang aku miliki.

Dahulu, aku sempat mencintai seorang wanita. Dan butuh waktu yang cukup lama bagiku untuk mengungkapkan perasaanku secara langsung padanya. Sayangnya, saat itu momennya memang tidak tepat. Aku ditolak dengan alasan yang begitu umum. Entah itu benar karena waktu yang tidak tepat, atau memang dia dan aku tak ingin terlibat dalam sebuah hubungan terikat.
Tak apa, itu sudah masa lalu. Meski butuh waktu lama melupakannya, namun aku bisa.
Begitupun dengan kisah selanjutnya. Aku kembali jatuh cinta setelah sekian lama tak pernah memandang wanita dengan perasaan cinta.
Tapi sayangnya, kisah itupun kurang lebih sama. Wanita itu tidak memilihku dan memutuskan untuk hidup bersama dengan lelaki yang telah dipilih oleh orang tuanya. 
Tak mengapa. 
Bagiku wajar saja dan bagiku pun d…

Maaf, Hatiku Masih Tutup

Teruntuk kamu yang sedang berusaha mengetuk-ngetuk pintu hatiku untuk berkunjung. Aku minta maaf karena belum bisa membuka pintu hatiku menerima orang baru. Patah hatiku yang terjadi belum lama ini membuat aku sedikit trauma dengan yang namanya cinta. 
Bukan, bukan aku tak percaya lagi dengan yang namanya cinta. Hanya saja aku perlu sedikit waktu untuk meredakan sakitnya, butuh waktu untuk membiasakan hidup tanpa dia yang sempat menetap sebelumnya, dan butuh waktu untuk melupakan perasaan-perasaan yang tumbuh gila padanya.
Jika kau mau bersabar menunggu, silakan saja. Tapi jangan terlalu berharap lebih, karena aku tidak tahu pasti kapan akan kembali membuka pintu hati.
Aku hanya takut jika dalam kondisi seperti ini aku membuka hati untuk orang baru, aku malah menjadikanmu sekadar pelarian dari kesedihanku karena kisah masa lalu. Dan aku tidak ingin menjadi pembuat luka di hatimu yang memiliki cinta dengan penuh ketulusan itu. Tak tega aku, tak kuat aku. Karena aku paham bagaimana rasa sa…

Jangan Pergi, Kita Perbaiki

Aku masih tidak mengerti mengapa kau hendak pergi meninggalkanku dengan cara seperti ini? Apakah aku sudah berbuat kesalahan yang terlalu hingga kau tak bisa menerimaku lagi?
Jika memang seperti itu adanya, aku minta maaf padamu.
Tapi, kita tidak harus berpisah seperti ini. Kan pada awalnya kita sudah bersepakat untuk sama-sama berjuang untuk mempertahankan hubungan ini. Maka saat ada tanda-tanda kerusakan, harusnya kita sama-sama memperbaiki, bukan malah meninggalkan pergi.
Sayang, cinta itu bagaikan membangun sebuah bangunan untuk kita tempati bersama dan menghadirkan rasa nyaman di dalamnya. Ketika bangunan rumah itu telah jadi, pada awalnya memang indah terlihat dan kita sangat bahagia rasanya tinggal di dalamnya. Tapi, setelah beberapa waktu berlalu, rumah yang telah kita bangun akan mengalami penyusutan aset seperti kerusakan-kerusakan di bagian sisinya. Entah karena cuaca atau binatang-binatang yang menjadi sebab kerusakannya. 
Jika kerusakan terjadi, solusinya kan bukan dengan men…

Bahagialah dengan Selingkuhanmu

Jika ada aku,  kenapa kau harus berselingkuh?
Apakah kau sudah mulai bosan menjalin hubungan denganku setelah kau mengetahui bahwa aku tidak menarik dan tidak sesuai dengan ekspektasimu saat pertama kali kau suka dan mau menerima cintaku?
Jika benar begitu, mungkin ini memang salahku karena aku tidak bisa memuaskan ekspektasimu berperan sebagai pria yang ada dalam pikiranmu. Maafkan aku.
Tapi aku heran, benar-benar heran denganmu. 
Dahulu, kau memuji-muji aku dan dengan bangga memamerkan aku di hadapan teman-teman baikmu. Tapi kini, dengan perlahan kau mulai bersikap aneh, seperti ada yang kau sembunyikan dariku. Dan benar adanya, bahwa kau menyembunyikan orang lain dariku.
Wahai sayang, jika aku ada yang kurang, bilang. Pun jika kau ingin pamit pergi dengan memutuskan hubungan ini, katakan saja dengan sejujurnya. Jangan kau menduakan aku hanya karena rasa tidak enakanmu untuk memutuskan hubungan dan meninggalkanku. Aku lebih bisa menerima jika kau memutuskan hubungan denganku untuk pria ya…

Cinta Sekadarnya

Hai kekasihku, berhentilah bersedih menangisi kepergianku.
Sebelum aku melanjutkan menuliskan pesan untukmu lebih jauh, aku ingin mengucapkan maaf dengan sangat kepadamu karena tidak bisa menemanimu berjuang hingga akhir. Maafkan aku yang meninggalkanmu karena takdir.
Maafkan aku yang tidak bisa menepati janji akan menemanimu selalu. Kepergianku ini bukanlah kehendakku, melainkan kehendak Tuhan-ku. Eits, tapi kamu jangan menyalahkan Tuhan atas kepergianku. Sebab ini memang sudah takdirku yang sudah ditentukan jauh sebelum aku mengenalmu. Kita harus bisa menerima ketentuan ini dengan lapang dada. Jangan kau kutuki Tuhan atas takdir yang mungkin sedikit menyiksamu.
Agar kau tak bersedih lagi, disela-sela waktu luangku di surga, aku minta izin pada Tuhan untuk mengirimmu sebuah surat yang aku harap bisa menenangkan dirimu dari larutnya kesedihanmu atas kepergianku.
Sayang, dalam hidup ini, janganlah kita mencintai dengan terlalu. Kepadamu kan aku sudah katakan berkali-kali, bahwa kau jangan m…

Aku Memang Pengecut

Aku memang pengecut. Dan aku bukan lelaki yang bertanggung jawab.
Pada saat aku mengatakan bahwa aku menyukaimu di antara gadis-gadis yang pernah aku kenal dan yang pernah aku lihat, ketahuilah bahwa itu benar-benar tulus aku ucapkan dari hatiku. Setidaknya pada saat itu.
Responmu baik. Itu yang membuatku lebih berani mendekatimu dan tak membutuhkan waktu lama dengan mantap aku mengatakan padamu kalau aku hendak menikahimu, menjadikanmu pendamping hidupku. Sudah bulat tekadku kala itu.
Tapi sayang, di tengah perjalanan hubungan ini aku mendadak takut. Seperti yang kau tuliskan dalam stories instagrammu, aku memang pengecut. Maafkan aku membuatmu menunggu lama kepastian janji yang sempat aku ucapkan padamu yang juga sudah diketahui oleh keluargamu. 
Aku memang pengecut. Karenamu, aku menjadi lelaki yang pengecut. Nyaliku mendadak ciut.
Hidupku belum lagi benar. Dengan hidup yang masih berantakan dan jauh dari kata layak untuk membangun sebuah bahtera rumah tangga, aku butuh banyak waktu untuk m…

Berlangganan

Pengunjung