Posts

Showing posts from July, 2018
INFORMASI: Blog ini akan di-update secara berkala.

Menikah Merampas Merdeka

Dalam fitur instastories pada media sosial instagram, aku unggah satu gambar yang di dalamnya terdapat foto mbah Soesilo Toer beserta kutipannya yakni “Aku merdeka dan aku tidak ingin lekas-lekas kemerdekaanku dirampas karena perkawinan.” Sepertinya beberapa teman dan pembaca mulai bersangka-sangka kalau aku tidak ingin menikah karena tak mau dirampas kemerdekaannya. Atau menduga memang benar pernikahan akan merampas kemerdekaan. Baiklah, aku akan coba jelaskan. Mungkin tulisan ini bisa dikatakan klarifikasi lebih tepatnya. Setelah mendalami kutipan di atas dengan menjelajahi internet, ternyata kutipan di atas diambil dari satu karya tulis mbah Soesilo Toer yang berjudul Anak Bungsu. Lengkap bunyinya seperti ini, “Mencintai dan dicintai itu bukan sama artinya. Aku merdeka dan aku tidak ingin lekas-lekas kemerdekaanku dirampas karena perkawinan. Perkawinan itu adalah penyitaan dengan paksa kebebasan seorang gadis. Adapun percintaan adalah permainan kebebasan itu. Kebebasan itu kita pe…

Semoga Kamu Obatku

Ini adalah pertemuan kedua kita.  Di sebuah kedai kopi di tengah kota hujan, kita duduk berdua saling berhadapan. Maaf jika aku membuatmu menunggu lima belas menit dari waktu yang aku janjikan. Sore ini jalanan begitu padat dipenuhi oleh orang-orang yang sedang menikmati liburan. Tapi, sepanjang jalan, tak ada keluhan yang keluar dari mulutku, juga pikiranku. Aku hanya merasakan bahagia di sepanjang jalan menujumu. Entah apa arti rasa bahagia itu, belum aku dalami lebih jauh. Sesampainya aku, di sudut bagian luar kedai kopi ku lihat kau sedang duduk menunggu. Ku kirimkan pesan padamu dan seketika matamu mencari wujudku. Selain rasa bahagia dalam hati, rasa bersalah karena terlambat juga menyelimutiku. Namun apalah daya, pria ini hanyalah pria yang kaku lagi cupu. Yang tak mengerti bagaimana cara berbicara pada seorang wanita yang menarik hatinya. Hanya kata maaf tanpa asalan saja yang bisa terucap yang mungkin hampir tak terdengar telinga. Di kedai kopi itu, kita habiskan banyak waktu b…

Sudah Ada Calon, Belum?

Pagi ini, teman lama yang sudah lama tak berkomunikasi mengirimkan pesan melalui direct message media sosialku.  “Assalamu’alaikum, Dayat.” begitulah dia mengawali pesannya. “Bagaimana kabarnya, Yat?” ini yang tertulis di balon pesan kedua. “Mau nanya, udah punya calon, belum?” inilah inti awal maksud perbincangannya yang jika aku respon akan memanjang dan menimbulkan beberapa perbincangan yang sebetulnya tak ingin aku bahas disaat-saat seperti ini. Aku masih belum ingin memikirkan rencana kapan akan melaksanakan sunnah yang dianjurkan, yakni pernikahan. Bukan berarti aku tak mau, hanya saja aku ada fokus yang lain untuk saat ini. Tapi, sebagai teman lama yang tak ingin memberi kesan sombong, akupun merespon pesannya dengan lebih dulu menjawab pertanyaan kabar dan kemudian menjawab pertanyaan mengenai calon, aku balas kalau aku belum memiliki calon. Ini memang jujur apa adanya. Dan benar saja, perbincangan itu berlanjut. Ia menawarkan aku untuk berkenalan dengan teman semasa SMA-nya yang s…

Berlangganan

Pengunjung