INFORMASI: Blog ini akan di-update secara berkala.

Jika Bukan Aku

Jika bukan aku,
Sama sekali tak masalah bagiku.

Kan kau sudah dewasa, tentu kau yang paling tau apa yang terbaik untukmu. Aku hanyalah opsi yang bisa kau pilih jika kau suka dan percaya. Tapi jika tidak, ya kau boleh dan sangat berhak untuk tidak memilihku. 
Jika bukan aku,
Sama sekali tak masalah bagiku.
Aku tak ingin kau memilihku hanya karena rasa kasihan melihatku. Jangan kau lakukan itu. Aku lebih baik ditolak dengan frontal olehmu daripada kau memilihku hanya karena rasa kasihan. Kau tau, hubungan ke depannya akan begitu rumit. Kau akan merasa tak enak untuk melepas dan aku merasa tak nyaman dengan hubungan yang sedang berjalan. Dan kau juga harus tau, ada kalanya seseorang yang memang tak cinta, akan meledak kejujurannya saat dia sudah jenuh menjalani. Dan itu nantinya, tentu akan menyakiti hatiku jauh lebih dalam lagi dibanding kau tolak aku di awal.
Jika bukan aku,
Sama sekali tak masalah bagiku.
Kau harus tegas memilih dengan siapa kau hendak menjalin hubungan. Jika kau tak memilihku, kau harus tegas menolakku. Jangan kau berikan perhatian-perhatian yang mungkin menurutmu biasa, tapi anggapanku itu adalah perhatian yang luar biasa. Aku sudah lelah dengan itu. Aku pernah merasakan perhatian dan kebaikan dari seorang wanita yang aku kira dia berbuat hanya untukku, tapi nyatanya pada semua orang dia begitu. Jangan, jangan kau lukai aku seperti itu dengan memberikan angin segar pada ekspektasiku.
Jika bukan aku,
Sama sekali tak masalah bagiku.
Aku hanya berharap, dengan siapapun kau menjalin hubungan, semoga bahagia menyelimutimu. Aku mencoba tegar dan menjadi bijaksana dengan tidak membencimu hanya karena kau tak memilihku. Sebab, jika seseorang benar-benar cinta, harusnya ia mendoakan yang terbaik dan mendoakan agar yang dicintainya bahagia selalu. Bukan dengan berubah menjadi pembenci yang selalu mengutuki dan menjadi sangat anti.
Kebahagiaanmu lebih penting daripada kau harus menerima aku. Jika menurutmu bersamaku membuatmu tak bahagia, aku akan mendukungmu dengan siapapun seseorang yang menurutmu bisa membahagiakanmu. Sekali lagi, hanya kaulah yang benar-benar tau dirimu. 
Di akhir tulisan ini aku ingin berpesan; dalam mencari pasangan, kau harus berhati-hati. Sebab yang terlihat tulus belum tentu benar-benar tulus. Banyak orang mengemas diri mereka baik padahal nyatanya tidak. Bukan, aku sama sekali tak bermaksud memberikan ancaman. Aku hanya ingin mengingatkan agar kau tak salah pilih lelaki yang akan menjadi kekasihmu. Inikan menjadi tanggung jawabku atas doa yang aku panjatkan agar kau bahagia selalu. Jika kau salah pilih dan kemudian kau tak bahagia, kan aku juga yang menderita melihatmu dari kejauhan. 
Doa tanpa ikhtiarkan percuma. Ikhtiarku hanyalah berpesan padamu untuk berhati-hati dengan segala tipu muslihat manusia. Termasuk aku. Kaupun bisa berhati-hati juga denganku. Siapa tau aku juga mencoba mengemas diriku dengan tipu muslihat demi membuatmu tertarik dengan membuat tulisan ini. 
Intinya, kau harus berhati-hati.
Sekali lagi,
Jika bukan aku,
Sama sekali tak masalah bagiku.

Comments

  1. Terimakasih kak telah menggambarkan begitu jelas. 😀

    ReplyDelete
  2. Teeimakasih untuk tulisan ini yang pas dengan keadaan 😇

    ReplyDelete
  3. Terima kasih kak, pesannya begitu masuk😅

    ReplyDelete
  4. Terimakasih kak, kalimat demi kalimat yg membantuku utk ikhlas:)))

    ReplyDelete
  5. Setelah ngebaca ini, cukup membantu 😊
    Like it pokoknya 👍

    ReplyDelete
  6. Hatur nuhunn kang. Ini sangat jelas sekali 😊

    ReplyDelete
  7. Terimakasih Mas. Ini sangat menginspirasi perasaan saya saat ini 😭

    ReplyDelete
  8. Sama sekali tak masalah bagiku :')

    ReplyDelete
  9. Ini benar-benar yang aku alami saat ini, aku begitu dekat di WA, aku kira, perhatian yg dia berikan dia memiliki rada sama aku, ternyata enggak. Dan aku sakit hati bgt, bahkan aku hendak memblokir semua dan meng-unfollow medsos nya. Setelah baca artikel ini, dgn besar hati aku ikhlas,
    Thank you

    ReplyDelete
  10. Makasih tulisannyaaaa. Semoga aku bisa lebih legowo, kak :"")

    ReplyDelete
  11. Terimaksih telah mengingatksn bng

    ReplyDelete
  12. Really like it, mungkin aku sadur sdkit untuk kukirim kpda dia...

    ReplyDelete
  13. Terima kasih kak, memang sesuai dengan keadaan yang aku alami. Terutama baris ke 4 :D

    ReplyDelete
  14. Sakit memang, tapi aku harus bisa memaafkan dan menerima. Percayalah tuhan telah menyiapkan yang lebih baik untukmu. Terima kasih kak :')

    ReplyDelete
  15. Sangat mewalilkan. Terimakasih bang :'(

    ReplyDelete
  16. Uwahh tersentuh(:
    Makasi bang makasi
    Sekali lagi makasi

    ReplyDelete
  17. Trimakasi kak dayat.. Tulisanmu ini pas banget dengan yang aku alami sekarang..
    Dan aku ikhlas melepasnya pergi dengan yang lain

    ReplyDelete
  18. Pas banget sama yang aku alami saat ini, terimakasih telah mewakili perasaan banyak orang kak :)

    ReplyDelete
  19. Terima kasih ngena banget ka hihi

    ReplyDelete

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar sebagai bentuk apresiasi kamu terhadap karya tulisku.

Berlangganan

Pengunjung