INFORMASI: Blog ini akan di-update secara berkala.

Menikah Merampas Merdeka

Dalam fitur instastories pada media sosial instagram, aku unggah satu gambar yang di dalamnya terdapat foto mbah Soesilo Toer beserta kutipannya yakni “Aku merdeka dan aku tidak ingin lekas-lekas kemerdekaanku dirampas karena perkawinan.”
Sepertinya beberapa teman dan pembaca mulai bersangka-sangka kalau aku tidak ingin menikah karena tak mau dirampas kemerdekaannya. Atau menduga memang benar pernikahan akan merampas kemerdekaan. Baiklah, aku akan coba jelaskan. Mungkin tulisan ini bisa dikatakan klarifikasi lebih tepatnya.
Setelah mendalami kutipan di atas dengan menjelajahi internet, ternyata kutipan di atas diambil dari satu karya tulis mbah Soesilo Toer yang berjudul Anak Bungsu. Lengkap bunyinya seperti ini, “Mencintai dan dicintai itu bukan sama artinya. Aku merdeka dan aku tidak ingin lekas-lekas kemerdekaanku dirampas karena perkawinan. Perkawinan itu adalah penyitaan dengan paksa kebebasan seorang gadis. Adapun percintaan adalah permainan kebebasan itu. Kebebasan itu kita permainkan sesukanya. Setuju tidak dengan pendapatku?” — Anak Bungsu; Hal 132
Aku tak ingin membahas tentang isi karya tulis mbah Soesilo Toer karena aku sendiripun belum membacanya. Tapi aku akan coba membahas tentang, “benarkah pernikahan merampas kemerdekaan?”
Iya, jika pernikahan itu malah membuat gerakmu terbatas.
Kita bisa lihat beberapa teman kita yang mulai sibuk dan tak sempat lagi bertemu hanya karena mereka sudah berumah tangga. Dan dalam dunia aktivispun ini sering terjadi, yang awalnya begitu semangat daya juangnya dalam memperjuangkan sesuatu, namun setelah menikah, suaranya pun tak lagi terdengar karena sibuk dengan realita kehidupan setelah menikah.
Menurutku, ini bukan salah pernikahannya. Tapi siapa yang kau jadikan pendamping hidup, itulah faktor penting yang akan menyebabkan kemungkinan itu.
Dalam video wawancara Iga Massardi yang diunggah Hiendguitar dalam channel Youtubenya dengan Pongki Barata yang berperan sebagai hostnya, Iga Massardi bercerita tentang kehidupan dan karirnya sebagai musisi.
Dahulu, Iga Massardi menikahi istrinya tak memiliki modal apa-apa. Saat ditanya Pongki Barata tentang apa yang Iga punya saat hendak menikah, Iga menjawab hanya punya dua buah gitar, rumah kontrakan dan nekat. Tidak ada mobil dan barang berharga lainnya. Hal ini pun sempat Iga bicarakan dengan kekasihnya sebelum dipersunting oleh Iga, “Aku cuma ngeband doang lho…” ujar Iga. Dan kekasihnya pun merespon “Ya sudah kita jalani saja.”
Kekasih yang kini menjadi istrinya menerima Iga apa adanya. Dengan pekerjaan dia sebagai musisi yang belum jelas masa depannya. Tapi, penerimaan itu bukan hanya dibibir saja. Melainkan itu benar-benar dipraktikkan ke dalam kehidupan rumah tangga mereka.
Satu percakapan antara Iga dan Istrinya yang membuat mataku berkaca-kaca ialah pada saat Iga mulai jenuh dengan bandnya terdahulu dan ingin keluar karena ingin mengejar warna musiknya sendiri, padahal saat itu pendapatan dari bandnya sudah cukup lumayan. Setelah Iga bercerita, istrinya justru memberikan dorongan, “Ya kamu sebagai seniman harus bangga dan happy dengan karya kamu. Aku ngga ingin kalau kamu setengah hati dalam berkarya, karena itulah yang membuatmu hidup. Aku ingin saat kamu berada di panggung, kamu happy. Dan itu yang ingin aku lihat.”
Inilah yang aku maksud dengan bukan pernikahan yang merampas kemerdekaan, tapi siapa yang kau jadikan pendamping hidup itulah penyebab apakah kemerdekaanmu terampas atau tidak.
Jika kekasihmu terlalu banyak menuntut ini dan itu yang jelas bertolak belakang dengan inginmu, jelas itu merampas kemerdekaan. Tapi jika kekasihmu memberikan dukungan penuh atas apa yang ingin kau lakukan, selama itu baik, jelas itu memberi dukungan atas kemerdekaanmu.
Maka dari itu, jika kau tak ingin dirampas kemerdekaannya, selektiflah kamu dalam memilih pendamping hidupmu. 
Kalau aku, jika suatu saat bertemu dengan seseorang yang akan aku persunting nantinya, aku  takkan banyak menuntut darinya. Segala inginnya selama itu tak melanggar apapun, aku akan mendukungnya. Jika ia ingin bekerja, misalnya. Aku akan mendukung penuh dirinya. Jika ia ingin bergaul dengan teman-temannya, ya tak apa. Aku tak akan mengekangnya. Aku tak ingin membatasi geraknya yang membuat terampas kemerdekaannya. 
Dan aku juga berharap agar dipertemukan dengan seorang wanita yang tak banyak menuntut sesuatu dariku. Atau jika ia ingin begini dan begitu, aku harap ia juga bisa memberikan dukungannya pada jalan yang aku pilih untuk merealisasikan inginnya itu. Misal, ia ingin rumah yang layak sebagai tempat tinggal (tentu ini pasti akan aku usahakan tanpa ia inginpun), dan aku memilih jalan sebagai penulis yang kita semua tahu penghasilan dari dunia ini tidaklah seberapa jika masih awal-awal merintis karir, aku harap ia bisa bersabar dan terus memberikan dukungan pada jalan yang aku pilih tanpa letih. 
Jadi, sekali lagi, bukan pernikahan yang merampas kemerdekaan, melainkan siapa yang kau jadikan pendamping hidup, itulah yang membuat kemungkinan kemerdekaanmu akan dirampas atau tidak.
Semoga, aku, kamu dan kita semua tak terampas kemerdekaannya karena pernikahan. 
Sekian tulisan hari ini.

Comments

  1. Makasih kak tulisanmu bermanfaat

    ReplyDelete
  2. Tulisannya bagus banget bang... πŸ‘
    Setuju, menikah emang nggak serta-merta merampas kebebasan. Karena tergantung dengan siapa menikah. Siapa orang yang diajak kerja sama menjalani hidup.
    Salah satu film korea ada yang cukup bagus menggambarkan antara 'rela berkorban' dan 'kebebasan' dalam pernikahan. Maaf, sekadar sharing aja. Karena ini pun pernah jadi perenungan bagi saya. Hehehe.

    ReplyDelete
  3. Lagi-lagi semuanya punya konsep "saling" dan "sama-sama" yang dimaksud dr tulisan kaka yg kutangkep adalah saling mengerti dan sama-sama menjalankan hubungan sehat dengan sama-sama ngasih supportπŸ’ƒπŸ™†
    Semoga segera menemukan dan ditemukan kakkk

    ReplyDelete
  4. semangat bang, semoga cepat dipertemukan dengan jodohnya :))

    ReplyDelete
  5. Sukses terus bang. Selalu ngefans sama tulisan tulisan mu. πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    ReplyDelete
  6. MasyaaAllah bener juga ya bang .
    Salut sama Abang ini
    Semoga karirnya selalu di lancarkan, di beri kekuatan.
    Sama semoga bertemu jodoh seperti yang di harapkan .Aamiin...

    ReplyDelete

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar sebagai bentuk apresiasi kamu terhadap karya tulisku.

Berlangganan

Pengunjung