Posts

Showing posts from January, 2019
INFORMASI: Blog ini akan di-update secara berkala.

Bahagialah dengan Selingkuhanmu

Jika ada aku,  kenapa kau harus berselingkuh?
Apakah kau sudah mulai bosan menjalin hubungan denganku setelah kau mengetahui bahwa aku tidak menarik dan tidak sesuai dengan ekspektasimu saat pertama kali kau suka dan mau menerima cintaku?
Jika benar begitu, mungkin ini memang salahku karena aku tidak bisa memuaskan ekspektasimu berperan sebagai pria yang ada dalam pikiranmu. Maafkan aku.
Tapi aku heran, benar-benar heran denganmu. 
Dahulu, kau memuji-muji aku dan dengan bangga memamerkan aku di hadapan teman-teman baikmu. Tapi kini, dengan perlahan kau mulai bersikap aneh, seperti ada yang kau sembunyikan dariku. Dan benar adanya, bahwa kau menyembunyikan orang lain dariku.
Wahai sayang, jika aku ada yang kurang, bilang. Pun jika kau ingin pamit pergi dengan memutuskan hubungan ini, katakan saja dengan sejujurnya. Jangan kau menduakan aku hanya karena rasa tidak enakanmu untuk memutuskan hubungan dan meninggalkanku. Aku lebih bisa menerima jika kau memutuskan hubungan denganku untuk pria ya…

Cinta Sekadarnya

Hai kekasihku, berhentilah bersedih menangisi kepergianku.
Sebelum aku melanjutkan menuliskan pesan untukmu lebih jauh, aku ingin mengucapkan maaf dengan sangat kepadamu karena tidak bisa menemanimu berjuang hingga akhir. Maafkan aku yang meninggalkanmu karena takdir.
Maafkan aku yang tidak bisa menepati janji akan menemanimu selalu. Kepergianku ini bukanlah kehendakku, melainkan kehendak Tuhan-ku. Eits, tapi kamu jangan menyalahkan Tuhan atas kepergianku. Sebab ini memang sudah takdirku yang sudah ditentukan jauh sebelum aku mengenalmu. Kita harus bisa menerima ketentuan ini dengan lapang dada. Jangan kau kutuki Tuhan atas takdir yang mungkin sedikit menyiksamu.
Agar kau tak bersedih lagi, disela-sela waktu luangku di surga, aku minta izin pada Tuhan untuk mengirimmu sebuah surat yang aku harap bisa menenangkan dirimu dari larutnya kesedihanmu atas kepergianku.
Sayang, dalam hidup ini, janganlah kita mencintai dengan terlalu. Kepadamu kan aku sudah katakan berkali-kali, bahwa kau jangan m…

Aku Memang Pengecut

Aku memang pengecut. Dan aku bukan lelaki yang bertanggung jawab.
Pada saat aku mengatakan bahwa aku menyukaimu di antara gadis-gadis yang pernah aku kenal dan yang pernah aku lihat, ketahuilah bahwa itu benar-benar tulus aku ucapkan dari hatiku. Setidaknya pada saat itu.
Responmu baik. Itu yang membuatku lebih berani mendekatimu dan tak membutuhkan waktu lama dengan mantap aku mengatakan padamu kalau aku hendak menikahimu, menjadikanmu pendamping hidupku. Sudah bulat tekadku kala itu.
Tapi sayang, di tengah perjalanan hubungan ini aku mendadak takut. Seperti yang kau tuliskan dalam stories instagrammu, aku memang pengecut. Maafkan aku membuatmu menunggu lama kepastian janji yang sempat aku ucapkan padamu yang juga sudah diketahui oleh keluargamu. 
Aku memang pengecut. Karenamu, aku menjadi lelaki yang pengecut. Nyaliku mendadak ciut.
Hidupku belum lagi benar. Dengan hidup yang masih berantakan dan jauh dari kata layak untuk membangun sebuah bahtera rumah tangga, aku butuh banyak waktu untuk m…

Jangan Menungguku

Jangan menungguku, aku belum tentu hadir menghampirimu.
Bukan, ini bukan ungkapan bahwa aku meragukan dirimu untuk menjadi kekasihku. Kalau boleh jujur, kau itu bagai mutiara berharga, terindah, dan termahal yang pernah aku temukan. Ada banyak yang menginginkanmu, dan keberuntungan besar bagiku bisa menemukan dirimu.
Tapi sayang, aku tak bisa memilikimu.
Aku ragu,
Aku ragu dengan diriku sendiri apakah layak memiliki mutiara seindah itu? Aku hanya sampah. Dengan hidup yang tak pasti, berantakan, dan belum tentu apakah bisa didaur ulang menjadi sesuatu yang bernilai di mata orang-orang.
Kita berasal dari tempat yang berbeda. Tempatku di pembuangan, tempatmu di dasar lautan.
Kau tahu? di tempat pembuangan, tidak ada yang mau ke sana selain petugas kebersihan dan mungkin orang-orang yang mencoba mencari keberuntungan karena sulitnya ekonomi kehidupan mereka. Sedang di tempatmu, di dasar lautan, orang-orang penasaran dengan apa yang ada di dalam sana. Manusia dari segala jenis mempertaruhkan harta…

Berlangganan

Pengunjung