INFORMASI: Blog ini akan di-update secara berkala.

Maaf, Hatiku Masih Tutup

Teruntuk kamu yang sedang berusaha mengetuk-ngetuk pintu hatiku untuk berkunjung. Aku minta maaf karena belum bisa membuka pintu hatiku menerima orang baru. Patah hatiku yang terjadi belum lama ini membuat aku sedikit trauma dengan yang namanya cinta. 

Bukan, bukan aku tak percaya lagi dengan yang namanya cinta. Hanya saja aku perlu sedikit waktu untuk meredakan sakitnya, butuh waktu untuk membiasakan hidup tanpa dia yang sempat menetap sebelumnya, dan butuh waktu untuk melupakan perasaan-perasaan yang tumbuh gila padanya.

Jika kau mau bersabar menunggu, silakan saja. Tapi jangan terlalu berharap lebih, karena aku tidak tahu pasti kapan akan kembali membuka pintu hati.

Aku hanya takut jika dalam kondisi seperti ini aku membuka hati untuk orang baru, aku malah menjadikanmu sekadar pelarian dari kesedihanku karena kisah masa lalu. Dan aku tidak ingin menjadi pembuat luka di hatimu yang memiliki cinta dengan penuh ketulusan itu. Tak tega aku, tak kuat aku. Karena aku paham bagaimana rasa sakit mencintai seseorang tapi seseorang yang dicintai masih mencintai orang lain di masa lalu.

Aku benar-benar senang jika kau berkenan datang dan berencana menetap di hatiku. Tapi tunggu dulu, aku hendak merapihkan semuanya, membereskan apa yang berantakan, dan membuang segala kenang tentang perasaan dan kebiasaan. Hingga nanti saat aku kembali membuka pintu hati, aku sudah mantap untuk mencintai lagi.

Jangan kau respon keputusanku dengan ucapan “Aku akan membantumu melupakannya”, jangan, sama sekali jangan. Hatimu itu terlalu berharga untuk membantuku melupakan seseorang yang sempat ada di hatiku. Iya kalau berhasil, kalau tidak bagaimana? Bukankah itu akan membuatmu hidup dalam kekesalan saat menjalin hubungan denganku yang masih diselimuti perasaan masa lalu?

Sekali lagi aku ucapkan maaf karena pintu hatiku masih tertutup untuk siapapun. Menunggu di depan boleh saja, tapi jika ada seseorang yang layak untukmu, jangan kau abaikan juga hanya karena kau menungguku. 

Nanti kalau sudah buka lagi, aku kabarkan padamu jika kau masih sendiri.

Comments

  1. Bang aku sedang d posisi seperti ini, bedanya aku terlalu ceroboh menerima dia dlm keadaan hatiku yg masih berantakan. Aku terlalu prustasi mencintai sepihak, akhirnua mencoba menerima yg mencintai saya, tp knpa sampai skrg rasa sayang aki ke dia yg tumbuh2. Minta saranyaa dongggg :( please.

    ReplyDelete
  2. Bang, ini spt yg aku rasakan. Aku udah berantakan menerima org baru aku kira dia mampu bantu untuk membereskanny. Nyatanya semakin parah. Dan akhir2 ini ada orang yang mampu buat aku senang walau mmasih berantakan. Aku takut sekali untuk memulai hubungan lagi... salahkahh aku jika tetap menutup hatiku pada dia ? :(

    ReplyDelete
  3. 😭😭😭😭

    ReplyDelete
  4. Terimakasih mas, sudah mewakili perasaan saya selama ini. Sun jauh!

    ReplyDelete
  5. Ya allah , aku 😭😭😭😭

    ReplyDelete
  6. aku pun begitu bang, baru putus 3 minggu. belum bisa untuk menjalani sama orang baru.

    ReplyDelete
  7. Sayangnya ini sama dengan keadaan aku sekarang 😭

    ReplyDelete
  8. Pernah di posisi kaya gini tapi
    di tinggalin masa 😭

    ReplyDelete
  9. Hatiku masih tertutup, tapi tidak dalam keadaan berantakan atau trauma didalam nya. Melainkan hanya ada rasa takut untuk membukanya, takut akan segala kemungkinan yang terjadi. Akankah dia yang mencoba masuk benar org baik atau sebaliknya :))

    ReplyDelete
  10. Aku sedang diposisi itu, tapi aku akan berusaha keluar dari zona nyaman itu, karena aku sekarang gak hidup di masa lalu

    ReplyDelete
  11. Menurut ku, Move on dengan orang yang baru sepertinya tidak dapat menyelesaikan masalah hati. Memang, orang yang lama akan terlupakan tapi ada suatu saatnya kau akan merasakan sakit dengan orang yang membantu untuk move on tersebut. Lelahnya ketika sakit hati terhadap orang lama trus ilang dan digantikan dengan orang yang baru.

    ReplyDelete
  12. ku sedang berada di posisi ini bang, masih menutup rapat hati ku untuk siapa pun

    ReplyDelete
  13. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  14. masih menutup rapat tp memberi harapan pada yg lain, itu lebih nyesek menurutku :(

    ReplyDelete

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar sebagai bentuk apresiasi kamu terhadap karya tulisku.

Berlangganan

Pengunjung