INFORMASI: Blog ini akan di-update secara berkala.

Telah Dibuka Kembali

Selama aku hidup sampai detik ini, tidak banyak cerita tentang cinta yang pernah aku alami. Semua jalan ceritanya hampir sama. Aku mencintai, tapi tak pernah bisa aku mengutarakan dengan jujur tentang perasaan yang aku miliki.

Dahulu, aku sempat mencintai seorang wanita. Dan butuh waktu yang cukup lama bagiku untuk mengungkapkan perasaanku secara langsung padanya. Sayangnya, saat itu momennya memang tidak tepat. Aku ditolak dengan alasan yang begitu umum. Entah itu benar karena waktu yang tidak tepat, atau memang dia dan aku tak ingin terlibat dalam sebuah hubungan terikat.

Tak apa, itu sudah masa lalu.
Meski butuh waktu lama melupakannya, namun aku bisa.

Begitupun dengan kisah selanjutnya. Aku kembali jatuh cinta setelah sekian lama tak pernah memandang wanita dengan perasaan cinta.

Tapi sayangnya, kisah itupun kurang lebih sama. Wanita itu tidak memilihku dan memutuskan untuk hidup bersama dengan lelaki yang telah dipilih oleh orang tuanya. 

Tak mengapa. 

Bagiku wajar saja dan bagiku pun dia cukup realistis dalam membuat keputusan yang telah dipilih olehnya. Dia lebih memilih seseorang yang bisa memberikan kepastian dengan cepat, karena memang hal yang paling ia inginkan adalah ikatan akad.

Untuk bagian cerita ini, tidak begitu berat rasanya karena aku sudah merasakan berkali-kali bagaimana rasanya ditolak dan tidak dipilih. Jadi, bagian cerita ini bukan bagian cerita yang berat untuk aku hadapi.

Aku pun tidak bersedih. Sebab kini aku lebih realistis saja perihal cinta. Jika mereka tidak memilihku, itu artinya mereka bukan takdirku. Jika mereka lebih memilih yang lain daripada aku, itu tandanya memang aku bukan takdir yang telah ditetapkan untuk mereka.

Untuk apa bersedih hanya karena kita bukan seseorang yang dipilih? Toh boleh jadi ini adalah sebuah pertanda bahwa yang telah ditakdirkan semakin mendekat. Sebab dalam mencari sebuah peluang dalam hidup, kita tentu mengalami beberapa kegagalan. Dan saat kita mengalami gagal demi gagal, itu tanda semakin dekat dengan keberhasilan selama kita bisa mengambil pelajaran. Begitupun ketika gagal dalam memilih wanita, menurutku aku semakin dekat dengan wanita yang telah ditakdirkan olehNya.

Jika sebelumnya aku berkata aku masih menutup hatiku untuk seseorang yang baru, itu bukan berarti aku tak lagi percaya dengan cinta. Hanya saja, setelah patah hati harusnya kita tidak terburu-buru mencari seseorang pengganti. Perlu jeda sejenak untuk merapihkan segala hal yang berantakan sebelum menyambut seseorang yang baru untuk mampir dan tinggal.

Namun sepertinya, kini, aku telah siap untuk kembali membuka hati. Tapi, sebagai laki-laki, tugasku mencari. 

Bicara perihal mencari, selama jeda, bukan berarti aku abai dengan sekitarku. Selama jeda itu, aku pun menyambi mencari kekasih hati yang barangkali aku akan menemukan orang yang tepat. Pun jika kembali salah memilih, ataupun kembali tidak dipilih, aku tak begitu ambil pusing. Jika mau menerima, jelas aku bahagia. Jika tak menerima, ya sudah tak mengapa.

Yang terpenting, saat ini aku telah siap untuk membuka hati. Mengundang seseorang untuk mampir dan tinggal di dalam hati ini. 

Dan untuk kamu, seseorang yang hendak aku undang untuk mampir atau menetap di hatiku, semoga kau berkenan. Andai kau berkenan, ku harap kau tak perlu khawatir denganku, karena aku sudah merapihkan apa yang sebelumnya berantakan. Aura yang sebelumnya suram, juga telah berubah menjadi lebih adem. Pun warna yang sebelumnya pudar, kini telah aku pugar dan terlihat lebih segar.

Aku harap siapapun kamu, bisa nyaman untuk menetap di hatiku.

Salam,
Dari hatiku.

Comments

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar sebagai bentuk apresiasi kamu terhadap karya tulisku.

Berlangganan

Pengunjung